
- Limited support hours (Monday-Friday, 8 AM–6 PM CEST only for cloud services)
- NVMe storage across all tiers, generous developer tools, and superior feature-to-price ratio
- 14-day backup retention

- Garansi uang kembali 30 hari
- 3x lebih cepat dengan SSD & caching, Pencadangan harian dan pemulihan mudah
- Dukungan tersedia 24/7/365 melalui Obrolan, Telepon, Email, Tiket
Hetzner vs IONOS: Ringkasan Singkat
Setelah mencoba kedua layanan berdampingan, saya memberikan kemenangan kepada IONOS. IONOS menawarkan nilai yang lebih baik, keamanan yang solid, dan performa yang lebih cepat dalam pengujian GTmetrix saya, ditambah lagi lebih mudah digunakan.
Hetzner sangat cocok untuk pengembang yang suka mengutak-atik dan mengkustomisasi segala sesuatu, tetapi IONOS terasa lebih mulus dan siap pakai jika Anda ingin segera meng-online-kan situs tanpa harus melewati kerumitan teknis.
1. Perbandingan Harga dan Paket
Penawaran pengantar IONOS sulit untuk disaingi oleh Hetzner.
Saat saya membandingkan IONOS vs Hetzner, saya cukup terkejut dengan harga agresif yang ditawarkan IONOS, terutama untuk pemula. Paket shared hosting, WordPress, dan bahkan managed WordPress mereka dimulai dari hanya $1/bulan untuk tahun pertama.
Paket VPS harganya serendah $2/bulan, dan Anda tetap mendapatkan SSL gratis, email, domain, serta backup harian.
Harga Hetzner memang lebih fleksibel dan skalabel, tetapi penawaran tingkat dasar tidak semurah itu jika ditambahkan biaya setup dan fitur tambahan berbayar. IONOS memberikan nilai paket yang lebih lengkap dengan biaya awal yang lebih rendah, sehingga ideal jika Anda ingin segera online tanpa menguras anggaran.
2. Perbandingan Layanan Pelanggan: Siapa yang Mendukung Anda?
IONOS Menyediakan Dukungan yang Lebih Cepat dan Mudah Diakses
Saat Anda menjalankan sebuah situs web atau mengelola VPS, masalah tidak selalu terjadi pada jam kerja. Konfigurasi DNS yang salah, backup yang gagal, atau lonjakan trafik secara tiba-tiba bisa terjadi kapan saja.
Itulah sebabnya dukungan yang responsif dan berpengetahuan tidak hanya sekadar nilai tambah—tetapi sangat penting.
Saya menguji baik IONOS maupun Hetzner untuk melihat seberapa cepat mereka merespons, seberapa membantu jawaban mereka, dan jenis saluran dukungan yang mereka tawarkan.
Dukungan Pelanggan IONOS
Untuk menguji IONOS, saya mencoba dukungan telepon, live chat, dan pusat bantuan mereka, dengan fokus pada kecepatan respon dan kegunaan jawaban mereka.
1. Dukungan Telepon
Di dalam dashboard IONOS, saya mengklik ikon bantuan dan memilih “Server and Cloud Infrastructure.” Saya langsung melihat nomor telepon dukungan, PIN sementara, dan ID pelanggan saya—sentuhan bagus untuk verifikasi yang aman.

Saya menelepon dan menanyakan tentang pengelolaan firewall VPS. Perwakilan tersebut mengangkat telepon dalam waktu 2 menit, menjelaskan bagaimana IONOS menggunakan panel firewall bawaan dan pengaturan manual iptables/UFW, serta menerangkan cara kerja aturan inbound default.
Dukungan teleponnya jelas, ringkas, dan cepat. 10/10 untuk dukungan teknis melalui telepon.
2. Dukungan Live Chat
Selanjutnya, saya mengklik “Start a live chat.” Awalnya, saya diarahkan melalui chatbot, namun setelah mengetik pertanyaan saya, bot tersebut mengalihkan saya ke agen manusia dalam waktu sekitar 1 menit.
Saya mengajukan pertanyaan firewall yang sama. Perwakilan menegaskan kembali apa yang saya dengar di telepon dan memberikan tautan yang membantu menuju dokumentasi terkait. Seluruh interaksi memakan waktu sekitar 6–7 menit.

Terjadi sedikit penundaan karena chatbot, namun begitu terhubung, dukungan manusia yang diberikan sangat akurat dan membantu.
Dukungan Pelanggan Hetzner
Untuk Hetzner, saya mengakses menu dukungan melalui Cloud Console dan memilih “Technical” di bawah “New Support Request.” Saya bertanya:
Hai. Saya ingin mengatur backup otomatis menggunakan rsync melalui SSH ke server eksternal. Apakah ada aturan firewall atau pembatasan port pada paket VPS Anda yang dapat memblokir koneksi SSH keluar?
Sebelum mengirim, Hetzner merekomendasikan beberapa artikel bantuan, yang cukup membantu. Saya mengabaikannya dan mengirim pertanyaan saya.
- 16:19: Menerima email konfirmasi otomatis.
- 17:52: Menerima balasan dari perwakilan nyata. Tim Stich menjawab:
“Tidak ada pembatasan dari pihak kami terkait port atau protokol tersebut.”

Jadi, butuh sekitar 1,5 jam untuk mendapatkan respon—tidak buruk, namun masih lebih lambat dibandingkan IONOS. Selain itu, dukungan mereka hanya aktif Senin sampai Jumat, jam 8 pagi hingga 6 sore CET—tidak ideal untuk keadaan darurat atau pengguna di luar zona waktu Eropa.
3. Perbandingan Fitur Hosting
IONOS Menawarkan Lebih Banyak Fitur dengan Harga Lebih Murah.
Fitur-Fitur IONOS
Saat saya menguji IONOS, saya terkesan dengan kelengkapan paket yang ditawarkan, terutama dengan harganya. Bahkan pada tier termurah, saya mendapatkan backup harian, akun email profesional, domain gratis, dan perlindungan SSL penuh.
Pengaturannya cepat dengan instalasi 1-klik untuk WordPress dan alat CMS lainnya. Yang paling mencolok adalah skala otomatis—IONOS memungkinkan Anda meningkatkan memori dan performa dengan satu klik hanya dengan beberapa dolar, tanpa perlu meng-upgrade seluruh paket.
Control panel mereka bukan cPanel, tapi ramah bagi pemula dan memiliki semua yang Anda butuhkan untuk mengelola file, domain, dan email dari satu tempat.
Fitur-Fitur Hetzner
Fitur-fitur Hetzner cukup solid, terutama bagi pengembang dan pengguna yang paham teknologi. Shared hosting mereka mencakup batas email yang besar, alat pengembang yang kuat (SSH, cron jobs, PHP configurator), dan performa yang hebat berkat penyimpanan NVMe serta jaringan berbasis Jerman yang cepat.
Anda juga mendapatkan dukungan SSL penuh dan backup harian hingga 14 hari.
Namun, Hetzner tidak menyertakan pembuat situs web ataupun layanan migrasi gratis, dan control panel mereka (konsoleH) tidak seintuitif IONOS. Saya menemukan fitur-fitur tersebut lebih ditujukan bagi pengguna yang nyaman mengonfigurasi server sendiri atau menginginkan kontrol secara mendalam.
4. Perbandingan Performa Situs Web
IONOS Menyajikan Waktu Muat Lebih Cepat dan Interaksi yang Lebih Lancar.
Untuk mengetahui host mana yang benar-benar memberikan performa terbaik di dunia nyata, saya menjalankan pengujian GTmetrix pada dua situs langsung—satu dihosting di IONOS, dan satu lagi di Hetzner. GTmetrix memberikan wawasan mendalam tentang seberapa cepat halaman dimuat, seberapa cepat pengguna dapat berinteraksi dengan konten, dan seberapa efisien respons server.
Performa IONOS
Saya menguji situs WordPress yang dihosting oleh IONOS di: https://ionoswordpress7355.live-website.com/
Hasilnya memuaskan:
- Largest Contentful Paint (LCP): 1.5s – Sangat baik. Apa pun yang di bawah 2,5 detik dianggap baik menurut standar Core Web Vitals.
- Total Blocking Time: 198ms – Artinya browser tetap responsif selama sebagian besar proses pemuatan.
- Time to Interactive: 2.1s – Sangat baik; pengguna dapat segera berinteraksi dengan halaman.
- TTFB: 536ms – Meskipun bukan yang tercepat, ini dapat diterima untuk shared hosting dan berarti server responsif.

Yang saya perhatikan adalah IONOS memberikan pengalaman yang konsisten dan stabil. Bahkan, skor struktur mencapai 79%, menunjukkan halaman dioptimalkan dengan baik dan server menangani rendering secara efisien.
Performa Hetzner
Saya menguji Hetzner menggunakan: https://www.esites.gr/
Ini juga merupakan situs WordPress, tetapi hasilnya tidak sekuat:
- LCP: 4.0s – Itu secara signifikan di atas ambang yang direkomendasikan Google. Pengguna akan merasakan keterlambatan sebelum melihat konten utama.
- Total Blocking Time: 571ms – Itu hampir 3x lebih lambat dibandingkan IONOS, menunjukkan skrip-skrip menghambat interaktivitas halaman.
- Time to Interactive: 4.8s – Pengguna mungkin harus menunggu di layar sebelum bisa mengklik atau menggulir.
- TTFB: 122ms – Ini lebih cepat daripada IONOS, tetapi tidak mengkompensasi proses rendering front-end yang lambat.

Meskipun memiliki skor struktur yang solid (86%), halaman terasa lebih lambat secara keseluruhan. Dari LCP hingga TTI, Hetzner membutuhkan waktu lebih lama untuk menyajikan halaman yang dapat digunakan. Mungkin menawarkan performa backend yang lebih baik (seperti TTFB mentah), namun optimasi front-end jelas tertinggal.
5. Perbandingan Kemudahan Penggunaan: Platform Mana yang Lebih Mudah Digunakan?
IONOS Jauh Lebih Sederhana bagi Pemula untuk Dinavigasi dan Disetting.
Untuk melihat betapa mudahnya mendaftar, mengelola akun hosting, dan meluncurkan situs WordPress, saya memutuskan untuk menguji langsung baik IONOS maupun Hetzner. Saya ingin mengevaluasi setiap langkah penting: registrasi, navigasi dashboard, pembuatan situs WordPress baru, dan pengelolaan server itu sendiri.
Langkah-langkah tersebut sangat penting karena, tidak peduli sekuat apa pun sebuah platform, ia harus mudah digunakan—terutama jika Anda baru memulai atau ingin menyelesaikan sesuatu dengan cepat tanpa hambatan teknis.
Registrasi dan Membuat Akun Baru
Saya mulai dengan membuat akun baru di IONOS. Proses pendaftarannya sangat lancar. Setelah menuju ke halaman utama, saya mengklik “Servers” di menu atas dan memilih VPS Hosting.

Saya memilih paket VPS XXL, mengonfigurasi sistem operasi (Ubuntu 24.04), dan memilih lokasi data center. IONOS juga menawarkan tambahan seperti Cloud Backup, yang saya lewati.

Proses checkout-nya sangat mudah—saya memasukkan informasi penagihan, memilih metode pembayaran (IONOS mendukung kartu, PayPal, Apple Pay, dan Google Pay), meninjau pesanan, dan menyelesaikan pembelian.

Dalam hitungan detik, saya menerima email konfirmasi dengan semua kredensial server dan detail login saya.
Selanjutnya, saya beralih ke Hetzner. Proses pendaftarannya berjalan dengan baik, tetapi tidak semulus IONOS. Saya melalui jalur Cloud Hosting di situs mereka. Bagian ini tidak sejelas yang di IONOS. Dari halaman utama, saya harus mengklik “Product Overview,” kemudian menggulir ke bawah untuk menemukan bagian “Cloud” dan mengklik “Overview.”

Di halaman berikutnya, saya harus menggulir melewati banyak informasi hanya untuk mencapai tabel harga dan akhirnya mengklik tombol “Get Started.”
Setelah memilih sebuah paket, proses pembuatan akun dimulai. Saya memasukkan email dan kata sandi saya, kemudian menerima tautan verifikasi di kotak masuk. Setelah mengonfirmasi email, saya dialihkan untuk melanjutkan registrasi.
Selanjutnya, saya harus memberikan informasi pribadi—termasuk gelar, nama depan dan belakang, serta status apakah mendaftar sebagai individu atau organisasi. Setelah itu, saya mengisi alamat, kode pos, kota, negara, dan nomor telepon saya.

Kemudian bagian pembayaran tiba. Saya diminta memilih mata uang (EUR atau USD) dengan catatan bahwa pilihan ini tidak bisa diubah kemudian, serta memilih metode pembayaran: kartu kredit, PayPal, atau transfer bank. Setelah memasukkan detail pembayaran dan mengirim formulir, saya melihat pesan: “You successfully signed up!”
Namun, saat saya pikir sudah siap, saya menemui hambatan. Hetzner menandai akun saya sebagai berisiko tinggi dan meminta verifikasi identitas tambahan sebelum saya dapat membuat server. Saya diberikan dua opsi: menyerahkan ID resmi yang dikeluarkan pemerintah atau menyelesaikan metode verifikasi lain. Proses ini tidak instan—Hetzner menyatakan bahwa verifikasi ini bisa memakan waktu hingga satu hari kerja penuh.
Penundaan tersebut benar-benar menghambat kemampuan saya untuk segera melanjutkan pengujian. Dibandingkan dengan IONOS, di mana saya dapat langsung mengakses dashboard dan mulai membangun, langkah ekstra di Hetzner menambah hambatan yang signifikan. Bagi pengguna baru atau yang terburu-buru meluncurkan situs, ini menjadi penghalang nyata.
Antarmuka Pengguna – Area Klien & Dashboard
Setelah mendaftar, saya ingin melihat betapa mudahnya menavigasi dashboard dan mengelola layanan hosting. Di sinilah IONOS menonjol.
Begitu saya masuk ke dashboard IONOS, saya disambut dengan antarmuka yang bersih dan ramah pemula. Semuanya terstruktur berdasarkan layanan: situs web, server, domain, email, dan keamanan. Saya tidak perlu menebak di mana menemukan apa pun.

Saat saya mengklik server saya, saya langsung melihat rincian penting seperti alamat IP, sistem operasi, informasi login SSH, penggunaan sumber daya, dan aturan firewall yang aktif. Semuanya diberi label dengan jelas, dan opsi lanjutan pun dapat diakses tanpa harus mencari-cari.
Kemudian saya masuk ke Hetzner. Di sinilah semuanya menjadi lebih kompleks. Dashboard awal—disebut Hetzner Accounts—hanya memungkinkan Anda mengelola profil, penagihan, dan kontak.
Untuk mengakses server cloud Anda, Anda harus mengklik ikon 9-titik di pojok kanan atas dan meluncurkan Hetzner Cloud Console dari sana.
Hetzner Cloud Console terlihat bersih dan modern, namun jelas dirancang untuk pengguna yang lebih teknis.

Menu di sebelah kiri berisi Servers, Volumes, Object Storage, Networks, dan lainnya. Setiap bagian membuka panel rinci di mana Anda dapat mengelola sumber daya, mengubah ukuran instance, mengonfigurasi jaringan, dan menetapkan firewall. Ini sangat kuat—tapi kurang intuitif. Jika Anda baru dalam dunia hosting, Anda mungkin merasa kewalahan.
Penyiapan Hosting: Membuat Situs WordPress Baru
Saya ingin menguji betapa cepat dan mudahnya membuat situs WordPress agar langsung online.
Dengan IONOS, prosesnya sangat lancar. Saya masuk ke bagian Websites & Stores dan mengklik Create New Website.

Dari situ, saya memilih “WordPress & More,” memasukkan nama proyek, memilih bahasa, dan menekan Start WordPress Installation.
Dalam 30 detik, WordPress terpasang, dan saya dapat langsung meluncurkannya. IONOS bahkan menyediakan panduan setup untuk memandu melalui pemilihan tema, desain, dan struktur situs. Proses ini ramah bagi pemula namun tetap memberikan fleksibilitas untuk penyesuaian.
Kemudian saya menguji hal yang sama pada Hetzner, dan pengalamannya benar-benar berbeda—tentu memerlukan pendekatan manual. Saya ingin melihat seberapa sederhana menyiapkan WordPress dari awal di server Hetzner Cloud menggunakan LEMP stack (Linux, Nginx, MariaDB, dan PHP).
Setelah masuk ke Hetzner Cloud Console, saya membuat proyek baru dan meluncurkan server Ubuntu segar. Server tersebut disediakan hampir instan. Dari situ, saya terhubung melalui SSH dan mulai bekerja.

Untuk menyiapkan lingkungan server, saya memperbarui sistem dan memasang paket inti LEMP.
Setelah dasar-dasarnya siap, saya mengunduh dan mengekstrak WordPress ke /var/www, mengatur izin yang tepat, serta mengonfigurasi database menggunakan MariaDB. Saya harus mengamankan database secara manual, membuat database dan pengguna baru, serta menetapkan hak akses yang benar.
Untuk web server, saya membuat file konfigurasi Nginx kustom. Langkah ini membutuhkan pengeditan file konfigurasi, mendefinisikan direktori root, dan mengatur penanganan PHP. Setelah mengaktifkan konfigurasi dan me-restart Nginx, saya mengarahkan DNS domain saya ke server Hetzner dan menunggu propagasinya.
Setelah DNS terarah dengan benar, saya membuka situs di browser dan menyelesaikan setup akhir WordPress—menghubungkannya ke database dan membuat akun admin.
Setelah masuk, WordPress memberi peringatan tentang beberapa modul PHP yang hilang, sehingga saya memasang paket yang diperlukan.
Akhirnya, saya mengamankan situs dengan sertifikat SSL gratis dari Let’s Encrypt menggunakan Certbot dan memperbarui pengaturan WordPress untuk menggunakan HTTPS.
Semua berjalan dengan baik—situs pun online—tetapi proses ini jelas lebih ramah bagi pengembang. Setiap langkah, mulai dari pemasangan paket hingga konfigurasi web server, dilakukan secara manual. Ini memberi kontrol penuh, namun jika Anda tidak nyaman menggunakan terminal atau mengedit file server, setup ini akan terasa seperti mendalami dunia administrasi sistem.
Pada akhirnya, jelas bahwa Hetzner menawarkan fleksibilitas dan kekuatan yang tak tertandingi, tetapi kekuatan tersebut datang dengan kurva pembelajaran yang curam. Ini sangat cocok untuk pengguna berpengalaman yang menginginkan kontrol penuh dan optimasi, namun jelas bukan jalur tercepat bagi mereka yang hanya ingin segera meluncurkan situs.
Dashboard Manajemen Server
Terakhir, saya ingin menguji betapa mudahnya mengelola server—mulai dari merestart, memantau penggunaan sumber daya, mengubah konfigurasi, hingga mengatur firewall.
IONOS membuatnya sangat mudah. Dari bagian Servers & Cloud, saya mengklik VPS saya dan langsung menuju halaman yang menampilkan segala informasi secara sekilas: status server, kredensial login, penggunaan CPU/RAM, dan kebijakan firewall yang aktif.

Terdapat tombol untuk aksi seperti me-restart, mengubah ukuran, dan konfigurasi ulang. Saya bisa memodifikasi aturan firewall tanpa meninggalkan dashboard, dan opsi backup pun jelas terlihat. Semuanya dilakukan dengan klik—tanpa perlu command line kecuali memang diinginkan.
Di Hetzner, saya kembali ke Cloud Console. Di sini, semuanya terbagi—Servers, Volumes, Floating IPs, dll., masing-masing dengan panel tersendiri. Saat saya mengklik “Servers,” saya bisa melihat grafik penggunaan CPU, memori, dan IOPS disk.
Saya bisa menghentikan/memulai server, mengubah ukurannya, menambahkan firewall, menetapkan volume, dan lainnya. Meskipun saya menyukai fleksibilitasnya, terasa lebih seperti menggunakan platform DevOps. Ini sangat sesuai untuk pengembang dan sysadmin, namun bisa terasa menakutkan bagi pengguna non-teknis yang hanya membutuhkan dasar-dasarnya.
6. Perbandingan Privasi dan Keamanan: Platform Mana yang Lebih Aman?
Data Anda lebih aman di tangan IONOS.
*Hetzner menawarkan snapshot opsional dan fitur backup, namun tidak disertakan secara default.
Privasi dan Keamanan IONOS
Keamanan di IONOS bukanlah pemikiran tambahan—ia terintegrasi di dalam segala hal. Langsung dari dashboard, saya dapat melihat perlindungan canggih seperti mitigasi DDoS, detail login SSH yang aman, dan manajemen aturan firewall yang jelas.
Berikut hal-hal yang paling mengesankan saya:
- Sertifikat Wildcard SSL gratis pada setiap paket, termasuk shared hosting dasar.
- Backup otomatis harian disertakan tanpa konfigurasi tambahan.
- Alat pemindaian malware tersedia untuk instalasi WordPress dan CMS.
- Web Application Firewall (WAF) yang didukung oleh ModSecurity memblokir lalu lintas web berbahaya pada lapisan aplikasi.
- Secure access manager memungkinkan Anda memberlakukan autentikasi dua faktor dan mengelola izin di seluruh tim.
- Layanan MyDefender dan SiteLock menawarkan perlindungan malware kelas enterprise, pemindaian kerentanan, dan manajemen backup.
- Semua ini dijalankan di data center bersertifikat ISO 27001, dengan enkripsi AES-256 dan kepatuhan GDPR yang penuh.
IONOS juga menyediakan perlindungan DNS, pendaftaran domain privat, keamanan email anti-spam dan antivirus, serta pemindaian kerentanan secara rutin. Jelas dibangun dengan mempertimbangkan kebutuhan UKM dan pengguna yang mementingkan privasi.
Privasi dan Keamanan Hetzner
Hetzner mengambil pendekatan keamanan yang lebih berfokus pada infrastruktur. Saat saya menjelajahi platform, saya menemukan perlindungan fisik dan pada level jaringan yang sangat baik, namun alat keamanan yang berorientasi pada pengguna lebih sedikit.
Berikut yang mereka tawarkan:
- Sertifikat SSL gratis untuk koneksi HTTPS yang aman.
- Perlindungan DDoS disertakan secara default di seluruh layanan hosting, didukung oleh perangkat keras Arbor dan Juniper.
- Firewall kustom di mana Anda dapat mendefinisikan aturan inbound dan outbound pada server cloud.
- Alat snapshot dan backup tersedia (tetapi dikenakan biaya tambahan).
- Protokol enkripsi kuat untuk akses server melalui SSH, SFTP, dan FTPS.
- Jaringan privat untuk mengisolasi aplikasi sensitif.
- Data center berkeamanan tinggi di Jerman dan Finlandia, dengan pengawasan, kontrol akses elektronik, dan cadangan daya darurat.
Namun, Hetzner tidak menyertakan pemindaian malware, perlindungan WAF, atau alat manajemen akses akun seperti 2FA secara default (Anda harus mengaktifkannya secara manual di pengaturan akun). Jika Anda menginginkan perlindungan pada tingkat aplikasi, Anda harus menyiapkannya sendiri.
7. Perbandingan Lokasi Server
Hetzner Menang dalam Keanekaragaman Lokasi Server di Seluruh Benua.
*Hetzner menawarkan lokasi Asia-Pasifik serta AS Barat/Timur untuk produk cloud saja, tidak untuk server dedicated.
Pengalaman Saya dengan Lokasi Server IONOS
Untuk melihat seberapa fleksibel IONOS dengan lokasi server, saya masuk ke Cloud Panel dan menguji penyediaan server di berbagai wilayah. Antarmukanya membuatnya sangat mudah—cukup pilih gambar server yang telah dibuat sebelumnya, pilih lokasi baru (seperti Newark atau Frankfurt), dan IONOS menyediakannya dalam hitungan menit.
Yang paling menonjol:
- Lokasi server mencakup: Frankfurt, Berlin, London, Paris, Worcester (UK), Logroño (Spanyol), Newark (NJ), Lenexa (KS), dan Las Vegas (NV).
- Tidak ada data center di Asia-Pasifik atau Amerika Latin, yang bisa menjadi kekurangan jika pengguna Anda berada di area tersebut.
- Namun, data center mereka—terutama di Frankfurt—merupakan fasilitas kelas atas, dijalankan oleh Equinix dengan sertifikasi ISO 27001, PCI-DSS, serta jaminan uptime 99,999%.
- Saya menyukai fakta bahwa IONOS memungkinkan Anda membuat serta memigrasi gambar server di seluruh lokasi ini dengan mudah. Itu merupakan keuntungan besar untuk ekspansi ke pasar baru.
Pengalaman Saya dengan Lokasi Server Hetzner
Kemudian saya menguji jangkauan Hetzner. Tidak seperti IONOS, Hetzner mengoperasikan data center miliknya sendiri di:
- Falkenstein dan Nuremberg (Jerman)
- Helsinki (Finlandia)
Yang benar-benar menarik perhatian saya adalah bahwa kini mereka mendukung penyebaran cloud di:
- Ashburn, Virginia
- Hillsboro, Oregon
- Singapura
Ini berarti Hetzner kini mencakup Eropa, Amerika Utara, dan Asia, meskipun server dedicated masih hanya tersedia di Eropa.
Jika Anda menggunakan paket Hetzner Cloud, ini adalah keuntungan besar, terutama jika ingin melayani audiens global. Saya membuat server uji di Singapura, dan hanya membutuhkan beberapa klik melalui Cloud Console. Cakupan tambahan tersebut dapat secara signifikan mengurangi latensi bagi pengguna di Asia Tenggara atau AS.
Hetzner vs IONOS: Kesimpulan
Secara keseluruhan, IONOS menang karena menawarkan keseimbangan terbaik antara harga, kemudahan penggunaan, keamanan bawaan, dan performa yang kokoh. Ia lebih ramah bagi pemula, menyediakan backup harian serta pemindaian malware secara default, dan memiliki dukungan 24/7. Meskipun Hetzner sangat cocok untuk pengguna tingkat lanjut, IONOS memberikan nilai dan kenyamanan lebih sejak awal.
| Category | Winner | Why |
|---|---|---|
| Pricing and Plans | IONOS | Lower intro prices, bundled extras like domain, SSL, and email. |
| Support | IONOS | 24/7 availability with fast phone and chat support. |
| Hosting Features | IONOS | Daily backups, email, SSL, and a user-friendly control panel included. |
| Website Performance | IONOS | Faster load times and better interactivity based on GTmetrix tests. |
| Ease of Use | IONOS | Seamless onboarding and a clean dashboard; ideal for beginners. |
| Privacy and Security | IONOS | Built-in malware scans, WAF, 2FA, and ISO 27001 data centers. |
| Server Locations | Hetzner | Offers coverage in Europe, USA, and Singapore for cloud users. |


