
- Penyiapan nama domain dengan 1 klik. 1 klik untuk lebih dari 150 aplikasi gratis
- SSL Gratis, Cadangan Harian
- Dukungan Pelanggan tersedia 24/7/365 melalui Chat, Telepon, dan Basis Pengetahuan

- Kebijakan Pengembalian Dana 30 Hari
- Domain Gratis + SSL, 1 Situs Web, 10 GB Penyimpanan NVMe SSD
- Pusat Data Global, Garansi Uang Kembali 30 Hari, Dukungan 24/7
GoDaddy vs Webcentral Hosting: Ringkasan Cepat
Setelah menguji kedua platform secara langsung, Webcentral Hosting keluar sebagai pemenang dalam perbandingan ini. Meskipun GoDaddy menawarkan banyak fitur dan didukung oleh nama global, Webcentral Hosting lebih mengesankan saya dalam hal kecepatan, dukungan, dan keamanan.
Terasa lebih berfokus pada pengguna sepanjang pengujian saya.
Kinerjanya lebih kuat, tim dukungan lebih responsif, dan set fitur menawarkan nilai lebih, terutama bagi pengguna yang berbasis di Australia atau berencana berkembang seiring waktu.
1. Perbandingan Harga dan Paket
Harga Hosting Bersama Webcentral Hosting sulit untuk ditandingi oleh GoDaddy.
Saat membandingkan harga, Webcentral Hosting jelas unggul. Anda bisa memulai dengan harga di bawah $5/bulan, dan bahkan paket hosting bersama terbaik mereka tetap terjangkau. GoDaddy mungkin terlihat murah pada awalnya, namun biayanya cepat meningkat—terutama jika Anda membutuhkan lebih dari fitur dasar atau memilih hosting berkinerja tinggi.
Webcentral Hosting menawarkan penyimpanan yang besar, server LiteSpeed, dan keamanan yang kuat tanpa harga yang tinggi. Untuk usaha kecil atau siapa pun yang baru memulai, nilainya lebih baik dengan tarif lokal Australia. GoDaddy mungkin cocok untuk setup yang lebih besar, tetapi untuk penggunaan sehari-hari, Webcentral Hosting adalah pilihan yang lebih cerdas dan hemat biaya.
2. Perbandingan Dukungan Pelanggan: Siapa yang Mendukung Anda?
Webcentral Hosting Menyediakan Dukungan yang Lebih Cepat dan Manusiawi.
Dukungan Pelanggan GoDaddy
Penyedia hosting yang baik harus menawarkan dukungan yang cepat, berpengetahuan, dan mudah diakses. Jadi saya memutuskan untuk menguji saluran dukungan GoDaddy untuk melihat seberapa membantu mereka di luar klaim “dukungan 24/7” yang mencolok.
Saya mulai dengan fitur chat langsung. Setelah menuju ke halaman “Hubungi Kami”, saya memulai sesi chat. Pertama-tama, saya disambut oleh chatbot AI—berguna untuk pertanyaan dasar tetapi bukan yang saya cari. Saya ingin menguji seberapa cepat saya bisa menghubungi manusia dan kualitas dukungan yang diberikan.
Kemudian saya mengajukan pertanyaan yang lebih teknis: saya ingin tahu perbedaan antara hosting VPS yang dikelola sendiri dengan yang dikelola sepenuhnya. Bot memberikan ringkasan permukaan namun kemudian menawarkan untuk mengalihkan saya ke agen langsung. Saya setuju.

Saya menunggu selama satu menit sebelum terhubung dengan agen bernama Rakshitha Bellapukonda. Saya mengulang pertanyaan saya, dan mengejutkan saya, jawabannya jauh lebih rinci. Agen tersebut dengan jelas menjelaskan bagaimana kedua paket berbeda dalam hal pembaruan keamanan, pemantauan, dan siapa yang menangani instalasi. Tona bahasanya profesional, dan saya merasa mereka benar-benar mengerti apa yang mereka bicarakan.

Meski begitu, perpindahan dari bot ke manusia terasa agak lambat, dan saya bisa membayangkan seorang pemula bisa merasa bingung atau frustrasi saat menavigasi chatbot untuk mendapatkan bantuan nyata. Secara keseluruhan, dukungan GoDaddy bagus setelah Anda berhasil menghubungi orang sungguhan—tapi penghalang AI tidak memberikan pengalaman yang mulus.
Dukungan Pelanggan Webcentral Hosting
Selanjutnya, saya menguji dukungan dari Webcentral Hosting. Saya penasaran untuk melihat seberapa cepat respon dari orang sungguhan dan seberapa membantu mereka, terutama untuk pertanyaan pra-penjualan.
Saya membuka situs mereka dan mengklik ikon chat di sudut kanan bawah. Setelah mengklik Mulai percakapan, saya mengetik pertanyaan: saya ingin tahu apakah, setelah membeli hosting mereka, saya akan dibimbing dalam migrasi situs WordPress dari penyedia lain—atau jika saya harus melakukannya sendiri.
Dalam waktu satu menit, seorang agen manusia bernama Denitsa D. bergabung dalam chat. Saya terkesan karena saya tidak perlu melalui bot atau sistem penyaringan apapun.
Saya menjelaskan bahwa saya belum menjadi pelanggan, hanya mencoba memahami bagaimana proses migrasi mereka bekerja. Denitsa merespon dengan jelas dan sopan, mengatakan saya bisa menangani migrasi sendiri atau meminta bantuan tim dukungan mereka setelah saya mendaftar. Jawabannya sederhana, disampaikan tanpa penundaan atau istilah teknis.

Hal ini menyegarkan—tidak ada penundaan untuk serah terima, tidak ada kebingungan, hanya dukungan manusia yang cepat dan membantu. Tona bahasanya ramah, dan meskipun saya belum menjadi pelanggan yang membayar, saya merasa diperlakukan seolah saya sudah.
3. Perbandingan Fitur Hosting
Webcentral Hosting Menawarkan Fitur yang Lebih Praktis untuk Usaha Kecil dan Agensi.
Fitur-fitur Webcentral Hosting
Setelah menghabiskan waktu menguji Webcentral Hosting, saya benar-benar terkesan dengan betapa platform ini dibangun untuk pengguna dunia nyata—khususnya jika Anda menjalankan usaha kecil, mengelola situs klien, atau hanya menginginkan pengaturan yang bebas stres.
Paket Business mereka memungkinkan Anda menghosting hingga 25 situs web dengan penyimpanan NVMe SSD 100 GB yang cepat, yang sudah lebih dari cukup untuk merek yang berkembang atau agensi lokal.
Keamanannya sangat kokoh. Setiap paket hosting bersama mencakup Imunify360 (firewall real-time dan perlindungan malware), isolasi CloudLinux untuk stabilitas kinerja, SpamExperts untuk perlindungan email, dan SSL gratis—tidak perlu membeli tambahan. Saya juga suka bahwa paket tingkat atas mereka menawarkan cadangan harian, yang wajib jika Anda menjalankan situs ecommerce atau situs dengan konten berat.
Namun inilah yang benar-benar membuat saya terkesan: Webcentral Hosting menawarkan hosting VPS Linux dan Windows yang dikelola sepenuhnya, yang sempurna jika Anda sudah melewati hosting bersama namun tidak ingin repot dengan pemeliharaan server.
Mereka akan menangani semua hal teknis—seperti pembaruan, keamanan, dan kinerja—sementara Anda fokus menjalankan situs Anda.
Anda juga mendapatkan akses ke lebih dari 300 aplikasi yang dapat diinstal otomatis, termasuk WordPress, Magento, dan Joomla.
Fitur-fitur GoDaddy
GoDaddy bersinar dalam hal skala. Anda bisa mulai dengan hosting bersama dasar dan hingga menghosting 200 situs web pada paket Web Hosting Plus Expand. Fleksibilitasnya ada, dan saya menyukai Alat Migrasi Otomatis Situs bawaan mereka, yang membuat pemindahan dari host lain menjadi sangat halus.
Pembuat Situs Airo kustom mereka adalah tambahan yang berguna jika Anda sedang terburu-buru untuk meluncurkan sesuatu, meskipun tidak sehalus pembuat dari pihak ketiga.

Anda juga mendapatkan cadangan harian, AutoSSL, dan akses cPanel di seluruh paket, yang sangat bagus untuk pengguna yang ingin mengelolanya sendiri. Paket VPS mereka menawarkan banyak ruang untuk berkembang, tetapi jika Anda tidak nyaman mengelola server sendiri, itu bisa terasa membingungkan.
4. Perbandingan Performa Situs Web
Webcentral Hosting Menyediakan Waktu Muat yang Lebih Cepat dan Core Web Vitals yang Lebih Baik
Untuk melihat seberapa baik kinerja masing-masing penyedia, saya melakukan tes GTmetrix pada dua situs web nyata—satu dihosting oleh GoDaddy dan yang lainnya oleh Webcentral Hosting.
Memang, spesifikasi dan fitur terdengar baik di atas kertas, namun saya ingin melihat kinerja di dunia nyata.
Tes ini membantu saya mengevaluasi kecepatan halaman, stabilitas, dan responsivitas mereka, yang semuanya penting untuk SEO dan pengalaman pengguna.
Tinjauan Performa GoDaddy
Untuk GoDaddy, saya menguji situs https://asg.ac/ menggunakan GTmetrix dari server di London.
Berikut temuan saya:
Nilai GTmetrix: B Performa: 73% Struktur: 87% Largest Contentful Paint (LCP): 2.2 detik | Total Blocking Time (TBT): 34ms Cumulative Layout Shift (CLS): 0.2 Waktu hingga interaktif: 2.1 detik Waktu muat penuh: 2.7 detik |

Kecepatan halaman secara keseluruhan cukup, dan skor struktur kuat. Namun, LCP 2.2 detik dan CLS 0.2 menunjukkan adanya sedikit ketidakstabilan visual saat pemuatan—seperti pergeseran gambar atau tombol—yang tidak ideal untuk pengalaman pengguna.
Meski demikian, waktu muat 2.7 detik cukup solid, dan Time to First Byte (TTFB) hanya 50ms, yang menunjukkan kecepatan respons backend yang baik.
Tinjauan Performa Webcentral Hosting
Selanjutnya, saya menjalankan tes GTmetrix yang sama pada https://www.visitdinnerplain.com.au/, sebuah situs web yang dihosting oleh Webcentral Hosting. Kali ini, saya menggunakan server di Sydney, yang lebih mencerminkan target audiens di Australia.
Berikut hasil tesnya:
Nilai GTmetrix: A Performa: 97% Struktur: 87% Largest Contentful Paint (LCP): 974ms | Total Blocking Time (TBT): 31ms Cumulative Layout Shift (CLS): 0.03 Waktu hingga interaktif: 2.0 detik Waktu muat penuh: 3.3 detik |

LCP kurang dari 1 detik, yang sangat baik dan jauh lebih baik daripada GoDaddy. Ini menunjukkan bahwa bagian terpenting dari halaman—gambar utama atau konten inti—mampu dimuat dengan sangat cepat untuk pengunjung. Dan CLS yang sangat rendah berarti halaman tetap stabil secara visual saat memuat.
Meskipun waktu muat penuh sedikit lebih lama, yaitu 3.3 detik, metrik pengalaman pengguna (LCP dan CLS) jauh lebih unggul. Itu yang paling penting.
5. Perbandingan Kemudahan Penggunaan: Platform Mana yang Lebih Mudah Digunakan?
Webcentral Hosting Lebih Mudah Digunakan, Terutama bagi Pemula dan Pengguna Non-Teknis.
Pendaftaran dan Pembuatan Akun Baru
Salah satu hal pertama yang saya uji adalah proses pendaftaran.
Sekilas, pendaftaran GoDaddy terlihat mudah, tetapi penuh dengan tawaran tambahan (upsell). Setelah saya memilih paket hosting dan mengklik Lanjut ke Keranjang, saya diminta untuk membuat akun menggunakan Google, Facebook, atau Email. Saya memilih email, dan dari sana saya dibawa ke halaman checkout.
Tapi di situlah kekacauan mulai.
GoDaddy mencoba menawarkan tambahan seperti Keamanan Situs, paket Managed WordPress tambahan, dan add-on lainnya. Saya melewatinya dan melanjutkan ke pembayaran, namun itu membuat saya melambat.

Jika Anda baru dalam dunia hosting, ini mungkin terasa membingungkan. Tampilan tidak buruk—hanya saja penuh dengan gangguan dan terlalu banyak tawaran tambahan. Saya harus memeriksa dua kali untuk memastikan saya tidak membayar ekstra untuk hal yang tidak saya minta.
Mendaftar dengan Webcentral Hosting terasa jauh lebih intuitif dan ramah bagi pemula.
Saya memulai dari beranda mereka, memilih Web Hosting, dan memilih paket Plus. Tata letaknya jelas, dengan opsi untuk penagihan 1 tahun, 2 tahun, atau 3 tahun. Saya suka bahwa harga ditampilkan secara transparan, dengan biaya perpanjangan ditunjukkan di samping diskon. Tidak ada jebakan tersembunyi.

Selanjutnya, saya memasukkan preferensi domain (daftar baru, transfer, atau gunakan domain yang sudah ada), meninjau keranjang belanja saya, dan mengklik Lanjut ke Checkout. Kemudian datanglah pengaturan akun: informasi dasar seperti nama, email, dan kata sandi, dilanjutkan dengan rincian pembayaran saya.

Itulah semuanya—tanpa gangguan, tanpa tawaran tambahan, dan tanpa kebingungan. Terasa seolah mereka menghargai waktu saya.
Antarmuka Pengguna – Area Klien & Dashboard
Saya ingin melihat area klien dan dashboard karena di situlah Anda akan menghabiskan sebagian besar waktu setelah mendaftar. Baik untuk mengelola tagihan, mengakses cPanel, memeriksa faktur, atau membuka tiket dukungan—ini adalah pusat kendali Anda.
Dashboard yang bersih dan tertata dengan baik dapat membuat pengelolaan situs web Anda lebih mudah dan efisien, sementara dashboard yang berantakan atau membingungkan hanya akan memperlambat Anda.
Begitu saya masuk ke dashboard GoDaddy, saya langsung disuguhkan dengan banyak hal sekaligus.

Beranda terasa lebih seperti platform pemasaran daripada dashboard hosting. Di bawah “Your Website Plan,” ada daftar periksa seperti “Tambah Logo,” “Klaim Domain,” “Gunakan gambar Facebook,” dll. Mengklik item menu apa pun membuka panel di sebelah kanan—tetapi terasa berlebihan.
Saya mendapati diri saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk menavigasi daripada benar-benar mengelola hosting saya. Tidak terlalu buruk—tetapi bagi pengguna baru, kurva pembelajaran benar-benar terasa.
Dashboard Webcentral Hosting, di sisi lain, bersih dan tenang. Setelah masuk, saya melihat menu atas dengan:
- Dashboard
- Produk & Layanan
- DNS
- Tagihan
- Akun Saya
- Dukungan
Di panel utama, Anda akan menemukan ringkasan pesanan, faktur, dan tiket dukungan. Tidak ada yang terasa berlebihan. Saya tidak dibombardir dengan tips pengaturan, penawaran produk, atau daftar tugas. Tampilan minimalis, namun dengan cara terbaik—Anda tahu persis ke mana harus pergi.
Lebih baik lagi, ada tombol “Login ke cPanel” tepat di samping paket hosting Anda, yang membuat langkah berikutnya menjadi lancar.
Pengaturan Hosting: Membuat Situs WordPress Baru
Saya ingin melihat betapa mudahnya menyiapkan situs WordPress pada kedua penyedia. Ini adalah tugas inti bagi kebanyakan pengguna, dan memberi tahu Anda banyak tentang seberapa ramah pengguna platform tersebut.
Dengan GoDaddy, menginstal WordPress tidaklah rumit sama sekali. Saya masuk ke akun Web Hosting saya dan mengklik Manage, yang membuka dashboard hosting.

Di dalam dashboard, saya menggulir ke “Websites” dan memilih Install Application, yang membawa saya ke Installatron Applications Browser.
Dari sana:
- Saya memilih WordPress di bawah “Aplikasi untuk Manajemen Konten.”
- Mengklik + Install this application.
- Memilih domain saya, membiarkan kolom direktori kosong, dan menggunakan pengaturan default.
- Menyesuaikan username admin, kata sandi, dan judul situs.
Itulah semuanya. Semuanya berjalan dengan lancar, dan tidak ada yang memberatkan. Saya suka bahwa GoDaddy menyederhanakan prosesnya—Installatron mungkin tidak terlihat modern, tetapi sangat sederhana dan menyelesaikan pekerjaan dengan cepat.
Webcentral Hosting menggunakan Softaculous, salah satu alat hosting paling populer, untuk menginstal aplikasi seperti WordPress. Hal itu memberi saya kepercayaan karena Softaculous dikenal membuat instalasi aplikasi menjadi sangat mudah.
Setelah saya masuk ke akun Webcentral Hosting, saya melihat sebuah tombol di samping layanan hosting saya yang bertuliskan “Login ke cPanel.” Saya mengkliknya, dan langsung membawa saya ke dashboard cPanel saya—tanpa langkah tambahan.
Di panel utama cPanel, ada bagian bernama Softaculous Apps Installer, dan ikon WordPress ditampilkan di bagian depan. Saya mengklik ikon tersebut, dan itu membuka halaman instalasi WordPress.
Dari sana, inilah yang saya lakukan:
- Mengklik tombol biru “Install Now”.
- Di bawah Software Setup, saya memilih domain tempat saya ingin menginstal WordPress.
- Membiarkan kolom direktori kosong karena saya ingin WordPress berada di domain utama (bukan di subfolder).
- Di bawah Site Settings, saya menambahkan nama situs dan tagline singkat.
- Kemudian, di bagian Admin Account, saya membuat username, kata sandi, dan menambahkan email saya.
- Membiarkan pengaturan lainnya tetap default dan mengklik Install.
Instalasi hanya memerlukan waktu sekitar 30 detik, dan setelah selesai, Softaculous memberi saya tautan untuk langsung masuk ke dashboard WordPress baru saya. Tidak perlu mencari-cari, tidak ada email pengaturan—hanya klik saja dan langsung menggunakan.
Seluruh pengalaman tersebut berjalan lancar dan intuitif. Bahkan jika Anda belum pernah menginstal WordPress sebelumnya, Softaculous membimbing Anda melalui proses langkah demi langkah tanpa membebani dengan terlalu banyak opsi.
Jika Anda baru dalam dunia hosting atau hanya ingin meluncurkan situs WordPress dengan cepat tanpa terjebak dalam langkah-langkah teknis, Webcentral Hosting membuatnya sangat mudah.
6. Perbandingan Privasi dan Keamanan: Platform Mana yang Lebih Aman?
Saya Menemukan Webcentral Hosting Lebih Aman Sejak Awal.
Webcentral Hosting memberikan cadangan harian pada paket Plus dan Business; paket yang lebih rendah mendapatkan cadangan mingguan
Privasi dan Keamanan GoDaddy
Saat menguji GoDaddy, saya perhatikan mereka menawarkan rangkaian keamanan yang kuat, tetapi hanya jika Anda bersedia membayar lebih. Semua paket mencakup sertifikat SSL, dan Anda mendapatkan perlindungan WAF untuk menyaring ancaman umum seperti injeksi SQL dan lalu lintas bot.
Saya juga menghargai pemindaian malware dan perlindungan DDoS mereka, yang solid—tetapi sekali lagi, Anda hanya akan mendapatkan cadangan harian otomatis dan cakupan yang lebih canggih jika Anda membayar untuk add-on Keamanan Situs mereka.
Saya menguji opsi dashboard mereka dan melihat mereka menyediakan pengaturan untuk mengelola SSL dan mengaktifkan cadangan, tetapi prosesnya tidak seotomatis yang saya inginkan. Misalnya, Anda harus mengelola sertifikat SSL secara manual kecuali Anda menggunakan paket Managed SSL.
Jangan salah paham—GoDaddy bisa sangat aman. Namun, Anda perlu meningkatkan paket atau menambahkan layanan ekstra untuk membuka rangkaian perlindungan penuh mereka, yang tidak ideal bagi pengguna yang ingin kesederhanaan atau anggaran terbatas.
Privasi dan Keamanan Webcentral Hosting
Di sinilah Webcentral Hosting benar-benar membuat saya terkesan. Bahkan pada hosting bersama, mereka menyertakan Imunify360, sebuah Firewall Aplikasi Web yang kuat yang secara aktif memindai malware, memblokir serangan brute-force, dan mengisolasi ancaman. Saya tidak perlu melakukan apa pun—semuanya berjalan di latar belakang dengan tenang.
Saya juga menyukai bahwa SSL disertakan secara gratis dengan setiap paket, dan paket tingkat atas seperti Plus dan Business mencakup cadangan harian. Paket yang lebih rendah masih mendapatkan cadangan mingguan, yang lebih baik daripada yang ditawarkan oleh beberapa pesaing untuk paket entry-level.
Mereka tidak menggunakan Cloudflare, tetapi saya benar-benar merasa tidak ada yang kurang. Dengan isolasi CloudLinux, SpamExperts untuk keamanan email, dan perlindungan real-time dari Imunify360, saya merasa yakin bahwa situs uji saya aman. Semuanya sudah diatur agar langsung berjalan—tanpa perlu add-on atau peningkatan.
Keamanan di Webcentral Hosting terasa lebih lengkap dan bebas stres. Saya tidak perlu mencari-cari opsi atau membayar ekstra untuk merasa terlindungi.
7. Perbandingan Lokasi Server
GoDaddy Menang dengan Jangkauan Server Global yang Luas.
Saat mengevaluasi penyedia hosting, lokasi server sangat penting dalam menentukan kinerja situs web, latensi, dan kepatuhan terhadap regulasi data regional.
GoDaddy mengoperasikan jaringan pusat data dan Titik Kehadiran (PoPs) firewall yang substansial di berbagai benua.
Pusat data utama mereka adalah fasilitas seluas 270.000 kaki persegi di Phoenix, Arizona, AS. Lokasi server tambahan meliputi:
- Scottsdale, Arizona, AS
- Mesa, Arizona, AS
- Los Angeles, California, AS
- Chicago, Illinois, AS
- Ashburn, Virginia, AS
- Amsterdam, Belanda
- Singapura
Namun, penting untuk dicatat bahwa GoDaddy tidak memiliki pusat data di Australia. Oleh karena itu, pengguna di wilayah seperti Australia mungkin mengalami latensi yang sedikit lebih tinggi karena jarak dari pusat data terdekat.
Webcentral Hosting terutama fokus melayani pasar Australia, dengan pusat data yang berlokasi di:
- Brisbane, Queensland (Wickham Street, Fortitude Valley, dan Spring Hill di fasilitas PIPE Networks)
- Mascot, New South Wales (area kolokasi di pusat data Equinix)
- Sydney, Australia
- London, Inggris
- Frankfurt, Jerman
- Singapura
- Mumbai, India
- Dallas, Texas
- Buffalo, New York
- Mexico City, Meksiko
GoDaddy vs Webcentral Hosting: Kesimpulan
Setelah menguji kedua platform secara menyeluruh, Webcentral Hosting keluar sebagai pemenang yang jelas. Ia memberikan performa yang lebih cepat di area terpenting, menyediakan dukungan yang lebih personal, dan menawarkan nilai lebih dalam fitur-fiturnya—terutama untuk pengguna yang berbasis di Australia.
GoDaddy memang memiliki infrastruktur global yang lebih banyak, namun Webcentral Hosting terasa lebih mudah digunakan, lebih transparan, dan lebih berfokus pada pengalaman pengguna akhir.


